PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-255, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pontianak menggelar pesta budaya yang spektakuler dan penuh kemeriahan selama dua hari berturut-turut, mulai tanggal 22 hingga 23 Oktober 2026.
Dengan mengusung semangat melestarikan warisan budaya lokal sejak dini, seluruh civitas akademika MIN 1 Pontianak hadir mengenakan busana khas Melayu Pontianak—Teluk Belanga untuk pria dan Baju Kurung untuk wanita—yang menyulap lingkungan madrasah menjadi lautan warna budaya yang megah.
Dihadiri Tokoh Penting Kementerian Agama
Acara yang berlangsung sangat meriah ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran para pejabat teras dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak. Turut hadir langsung memeriahkan dan membuka jalannya acara:
Bapak Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Bapak H. Ruslan, S.Ag., M.A.
Bapak Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Bapak Aris Sujarwono, M.H.
Bapak Pengawas Madrasah, Bapak Usman, M.Pd.
Dalam sambutannya, Bapak H. Ruslan, S.Ag., M.A. memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MIN 1 Pontianak atas inisiatif kreatif dan inovatifnya dalam memadukan nilai-nilai pendidikan karakter, keagamaan, serta kearifan lokal. Beliau menyampaikan bahwa mengenalkan akar budaya daerah kepada para siswa sejak tingkat ibtidaiyah adalah langkah krusial untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan tetap bangga pada identitas daerahnya.
Ajang Rumpun Budaya: Dari Jepin Massal hingga Pemilihan Bujang & Dare
Selama dua hari pelaksanaan, suasana madrasah dipenuhi sorak kegembiraan dan semangat kompetisi yang sehat dari para siswa. Berbagai perlombaan dan atraksi seni tradisional disajikan secara apik:
Jepin Massal yang Memukau
Suasana pembukaan diwarnai dengan tarian Jepin Massal yang diikuti oleh ratusan siswa, guru, dan para tamu undangan. Gerakan yang kompak diiringi irama musik Melayu nan rancak berhasil menghidupkan suasana kebersamaan.
Ajang Prestasi & Pemilihan Bujang-Dare MIN 1 Pontianak
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah ajang Pencarian Bujang dan Dare MIN 1 Pontianak. Para peserta tampil percaya diri memperagakan busana Melayu, menunjukkan kebolehan wawasan budaya, serta menyuarakan kepedulian terhadap kelestarian Kota Khatulistiwa. Selain itu, beragam lomba menarik lainnya turut digelar untuk mengasah kreativitas dan bakat para murid.
Pertunjukan Seni Tradisional & Tundang
Lantunan Tundang (Pantun dan Dendang) khas Melayu Pontianak turut menghibur seluruh penonton. Bawaan pantun yang jenaka namun sarat pesan moral dan nasihat islami sukses mengundang tawa serta tepuk tangan riuh dari para hadirin.
Puncak Acara: Tradisi Saprahan Bersama
Kemeriahan peringatan HUT ke-255 Kota Pontianak ini ditutup secara khidmat dan penuh kehangatan melalui tradisi Saprahan Bersama.
Dengan duduk bersila melingkar mengelilingi sajian kuliner khas Pontianak, seluruh tamu undangan, para pejabat Kemenag, kepala sekolah, guru, hingga para siswa makan bersama dalam satu hamparan. Tradisi Saprahan ini tidak hanya sekadar santap bersama, melainkan menjadi simbol rasa syukur, kesetaraan, gotong royong, dan eratnya tali silaturahmi antar-warga madrasah.
Melalui perayaan yang inovatif ini, MIN 1 Pontianak tidak hanya berhasil memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-255, tetapi juga sukses menanamkan benih cinta budaya Melayu dan nilai kebersamaan yang akan terus membekas dalam memori sanubari para siswa.
Selamat Hari Jadi Kota Pontianak ke-255! Pontianak Kota Khatulistiwa, Maju dan Berbudaya!
Berikan Komentar